Persyaratan Instalasi Penerangan Listrik

0

Kompetensi Dasar :

3.1 Memahami Instalasi Penerangan 1 fasa sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)

Materi :

1.1 Maksud dan tujuan

Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini ialah agar pengusahaan instalasilistrik terselenggara dengan baik, untuk menjamin keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan gedung serta isinyadari kebakaran akibat listrik, dan perlindungan lingkungan.

Listrik merupakan energi yang bersih, mudah dibangkitkan, disalurkan, dikendalikan dan diubah dalam berbagai bentuk energi lain seperti cahaya, gerak, panas dan sebagainya. Oleh sebab itu listrik banyak dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan, baik dalam rumah tangga, industri, komersial maupun pelayanan umum. Menurut Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi, instalasi ketenagalistrikan adalah bangunan-bangunan sipil dan elektromekanik, mesin-mesin, peralatan, saluran dan perlengkapannya yang digunakan untuk pembangkitan, konversi, transformasi, penyaluran, distribusi dan pemanfaatan tenaga listrik.

Instalasi ketenagalistrikan terdiri dari Instalasi Pengusaha Ketenaglistrikan, dengan batas sampai dengan Alat Pembatas dan Pengukur (APP) dan Instalasi Pelanggan, dalam PUIL disebut Instalasi Konsumen, yakni instalasi sesudah APP. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 2011 berlaku untuk semua instalasi listrik bangunan dan mengacu kepada standar International Electrotechnical Commission (IEC) 60364-1 Edisi 5.0 tahun 2005 Electrical Installations of Buildings dengan modifikasi PUIL 2000. Listrik disamping memberi manfaat, juga dapat menimbulkan bahaya sebagai berikut:

  1. Kejut listrik, yaitu arus berlebihan melalui tubuh yang dapat mengakibatkan cedera atau kematian. 
  2. Suhu tinggi yang dapat menimbulkan luka bakar. 
  3. Api yang dapat mengakibatkan kebakaran. 
  4. Gaya berlebihan yang dapat menimbulkan kerusakan terutama pada keadaan gangguan hubung pendek. 

Berdasarkan maksud dan tujuan PUIL 2011, instalasi pencahayaan harus direncanakan, dipasang, dan diperiksa agar: 

  1. Instalasi listrik dapat dioperasikan dengan baik 
  2. Terjamin keselamatan manusia 
  3. Terjamin keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya 
  4. Terjamin keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran akibat listrik 
  5. Terjamin perlindungan lingkungan 
  6. Tercapai tujuan dari pencahayaan yaitu terwujudnya interior yang efisien dan nyaman. 

Dengan demikian dapat disimpulkan syarat utama instalasi listrik adalah sebagai berikut: 

  1. AMAN, bagi manusia, ternak dan harta benda.
  2. ANDAL, dalam arti memenuhi fungsinya secara aman bagi instalasi.
  3. AKRAB lingkungan, dalam arti tidak merusak lingkungan, baik dalam operasi normal, maupun dalam kondisi gangguan.
  1. Ruang Lingkup PUIL 

PUIL memberikan persyaratan untuk desain, pemasangan dan verifikasi instalasi listrik.Persyaratan ini dimaksudkan untuk menetapkan keselamatan manusia, ternak dan harta benda terhadap bahaya dan kerusakan yag dapat timbul pada pemakaian secara wajar instalasi listrik dan untuk menetapkan fungsi yang tepat dari instalasi tersebut. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) adalah standar yang berisi kumpulan-kumpulan ketentuan-ketentuan tentang instalasi listrik bangunan dengan tujuan agar pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik, terutama yang menyangkut keselamatan manusia dan ternak terhadap bahaya listrik serta keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya dan bangunanserta isinya terhadap kebakaran akibat listrik dan perlindungan lingkungan.

Berbagai pihak yang terkait dengan instalasi listrik antara lain; pemilik, perencana, kontraktor, pengawas, produsen perlengkapan, pengawas keselamatan kerja, pengawas bangunan, penguji, penghuni operator (jika ada), pemadam kebakaran, asuransi, harus diperhatikan kepentingannya. Instalasi yang diatur dalam PUIL 2011 adalah semua instalasi tenaga listrik dalam bangunan dan sekitar sampai dengan voltase menengah arus bolak balik 1000 Va.b atau voltase 1500 Va.s, baik mengenai perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya, kecuali untuk keadaan khusus yang diatur dalam peraturan lain. 

Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini berlaku untuk semua pengusahaan instalasi listrik tegangan rendah arus bolak-balik sampai dengan 1000 V, arus searah 1500 V dan tegangan menengah sampai dengan 35 kV dalam bangunan dan sekitarnya baik perancangan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya dengan memperhatikan ketentuan yang terkait.

Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini tidak berlaku untuk :

a) bagian instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan berita dan isyarat;

b) bagian instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan kereta rel listrik;

c) instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang digerakkan secara mekanis;

d) instalasi listrik di bawah tanah dalam tambang;e) instalasi listrik dengan tegangan rendah yang  tidak  melebihi 25 V dan dayanya tidak melebihi 100 W.

  1. Prinsip Dasar 

Menurut standar International Electrotechnical Commission (IEC) 3641: Electrical installations, Prinsip Dasar Instalasi Listrik Bangunan mencakup: 

  1. Proteksi untuk keselamatan (Protection for Safety) yang bertujuan menjamin keselamatan manusia, ternak dan harta benda dari bahaya dan kerusakan yang bisa timbul akibat penggunaan instalasi listrik secara wajar. 
  2. Perancangan dengan memperhatikan factor-faktor yang diperlukan untuk menjamin keselamatan manusia, ternak dan harta benda serta berfungsinya instalasi listrik dengan baik sesuai dengan maksud penggunaannya. 
  3. Pemilihan perlengkapan yang memenuhi ketentuan PUIL 2011 atau standar yang berlaku dan mendapat izin dari instansi yang berwenang (131.8.1.2) dan tidak boleh dibebani melebihi kemampuannya (131.8.1.3). 
  4. Perlengkapan listrik harus dipasang dengan rapi, dengan cara yang baik dan tepat. (134.1.1.6). 
  5. Pengujian instalasi listrik sebelum dioperasikan atau sebelum perubahan penting untuk membuktikan bahwa pekerjaan pemasangan telah dilaksanakan sesuai dengan PUIL 2011 dan atau standar lain yang berlaku. 
  1.  Standar dan Peraturan/Persyaratan

Tujuan standarisasi ialah mencapai keseragaman antara lain mengenai:

  1. Ukuran , bentuk dan mutu barang.
  2. Cara menggambar dan cara kerja

Dengan makin rumitnya konstruksi dan makin meningkatnya jumlah dan jenis barang yang dihasilkan, standarisasi menjadi suatu keharusan.

– Standarisasi juga mengurangi pekerjaan tangan maupun pekerjaan otak. Dengan tercapainya standarisasi, mesin-mesin dn alat-alat dapat dipergunakan secara lebih baik dan lebih efisien, sehingga dapat menurunkan harga pokok dan meningkatkan mutu.

– Standarisasi membatasi jumlah jenis bahan dan barang, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.

Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan, disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan, keselamatan, lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berdasarkan pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya (definisi Badan Standarisasi Nasional- BSN).Standar menjadi wajib jika diberlakukan oleh instansi yang berwenang dengan peraturan perundangan, misalnya: Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan atau Keputusan Menteri, atau dijadikan persyaratan dalam kontrak. 

PUIL 2011 merupakan revisi PUIL 2000, selanjutnya PUIL 2000 merupakan revisi PUIL 1987 yang merupakan revisi PUIL 1977. Sebelum PUIL 1977 berlaku PUIL 1964 yang merupakan saduran dari Algemeene Voorschriften voor Electrische SterkstroomInstallaties (AVE) 1937 (N2004). PUIL 2011 diterbitkan sejalan dengan keluarnya Standar Nasional Indonesia (SNI) : 0225:1011 oleh BSN. Instalasi listrik mempunyai fungsi untuk menyalurkan energi listrik ke titik-titik beban seperti lampu, peranti, perlengkapan, mesin atau motor listrik. Beban pencahayaan makin meningkat karena kesadaran akan perlunya tingkat iluminasi yang memadai bagi kenyamanan melihat dan membaca. Selain itu banyak pula dipasang lampu dinding dan lampu meja yang selain harus memberi pencahayaan yang cukup, juga mempunyai fungsi dekoratif.Tangga dan gang di rumah harus mendapat pencahayaan yang cukup dan mudah dikendalikan oleh sakelar yang ditempatkan secara mudah terjangkau.

Peranti listrik merupakan pemanfaat yang sangat membantu di dalam rumah tinggal. Peranti listrik baru untuk berbagai keperluan makin banyak tersedia di pasaran dan peranti yang lama ditingkatkan kemudahan penggunaan dan kinerjanya. Peranti listrik baru untuk rumah tangga sepertri oven pembakaran, oven microwave, penarik sari buah (juicer), mesin cuci, dan pengering baju, pemanas air, pesawat audio dan video, serta mesin penyejuk udara. Mesin penyejuk udara (AC) makin banyak digunakan terutama di tempat-tempat yang suhunya panas. Untuk itu pengawatan instalasi harus mencukupi untuk menghindari gangguan pemutusan sirkit karena beban lebih.

Dalam merancang instalasi listrik bagi rumah tinggal terdapat berbagai pemecahan. Oleh sebab itu seorang perancang dan pemasang harus memperhatikan beberapa pertimbangan untuk mencapai suatu rancangan yang paling memenuhi persyaratan dari pemilik bangunan atau pemesan tanpa mengabaikan pertimbangan ekonomi. Beberapa unsur pertimbangan diuraikan di bawah ini:

  1. Keselamatan dan Proteksi 

Keselamatan menyangkut orang yang mengoperasikan instalasi listrik dan menghindari orang serta harta bendanya dari bahaya karena penggunaan listrik seperti bahaya tersentuh voltase dan bahaya kebakaran.Maksud dan tujuan PUIL 2011 sebagimana disebutkan dalam adalah terselenggaranya dengan baik pengoperasian instalasi listrik terutama untuk mencegahbahaya listrik. Untuk meyakini bahwa instalasi listrik telah memenuhi standar yang berlaku dan PUIL, maka instalasi listrik harus diperiksa oleh suatu lembaga inspeksi instalasi independen yang akan menerbitkan sertifikat kesesuaian. Untuk mencapai tingkat keamanan dan juga keandalan yang tinggi, beberapa factor pendukung adalah: 

  1. Sistem proteksi (proteksi) 
  2. Sistem pembumian 
  3. Pelaksanaan pemasangan instalasi yang benar 
  4. Penggunaan komponen instalasi yang memenuhi standar dengan mutu yang andal. 
  1. Keandalan 

.Unsur ini penting sekali bagi bangunan bertingkat, bangunan umum, apartemen, rumah sakit, komplek pertokoan dan bangunan industry dimana kegagalan suplai listrik dapat mengakibatkan panic, membahayakan keselamatan orang dan kehilangan penghasilan.Seorang perancang harus memperhatikan apakah akan diperlukan perlengkapan cadangan tenaga darurat, menetapkan beban-beban mana yang tidak boleh terputus sehingga membuat instalasi listrik lebih andal. Adanya gangguan harus dapat segera ditemukan dan diperbaiki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *